Ubud sebagai pusat kebudayaan Bali menawarkan banyak atraksi untuk dikunjungi berhubungan dengan aktivitas seni. Setiap tahunnya Ubud memiliki berbagai festival yang digandrungi baik masyrakat lokal maupun internasional. Salah satu festival tersebut adalah Ubud Readers and Writers Festival. Apa itu Ubud Readers and Writers Festival?

Ubud Readers and Writers Festival merupakan ajang pertemuan para pembaca dan penulis dari seluruh penjuru dunia. Misi dari festival ini sendiri sangatlah sosialis. Untuk membagi pikiran tentang berbagai topik dunia yang dihubungkan dengan karya sastra. Jika sebelumnya festival ini mengangkat tema dari buku R.A Kartini yaitu Habis Gelap Terbitlah Terang, tahun ini giliran kisah tentang Dewi Saraswati yang akan menjadi topik diskusi. Bayangkan lebih dari 150 penulis dari lebih 25 negara akan hadir di sini. Sebut saja Sir VS Naipaul, Booker Prize-winner and Nobel Laureate. Hanya di festival ini Anda dapat bertemu dengan sastrawan legendaris abad ke-20. Lalu ada juga Hassan Blasim (Independent Foreign Fiction Prize); Eimear McBride (Baileys Women’s Prize) dan Cyrus Mistry (2014 DSC Prize). Dari negara Skotlandia, akan hadir sang penulis buku serial kriminal Wire in the Blood, Val McDermid. Sedangkan dari Inggris, seorang penulis travel Colin Thubron; memoirist Robyn Davidson; Tim Cope; dan Carl Hoffman. Begitu pula dengan penulis puisi ternama Rayya Elias, Kate Holden, Kosal Khiev dan, Carlos Andrés Gómez. Asia juga tidak mau kalah mengirimkan para pesohor di bidang tulis-menulis, dari Cina, seorang penulis novel fiksi Can Xue dan Minae Mizumura dari Jepang juga penulis asal Malaysia Tash Aw. Negara kita sendiri pun sudah pasti menyumbang sejumlah nama seperti Goenawan Mohamad, Azyumardi Azra, Agung Rai Debra Yatim, Ahmad Fuadi dan Ketut Yuliarsa. Masih banyak lagi sederetan nama lainnya yang sangat layak untuk menjadi narasumber serta motivator dalam bidang sastra.

Selama lima hari yaitu dari tanggal 1 hingga 5 Oktober yang akan datang Anda dapat mengikuti sesi diskusi, tanya-jawab, dan berbagai kegiatan menarik bersama orang-orang profesional di bidangnya. Jika Anda mengira festival ini hanya sekedar diskusi antara pembaca dan penulis saja, Anda salah. Buktinya, di tahun ini acara akan lebih beragam. Mulai dari yoga, dialog digital, berselancar, hingga acara tahunan yang disebut Environment Day dan The Kitchen. Jangan takut bosan berada di festival ini. Serangkaian acara tersebut dikemas dalam kegiatan yang informal seperti diskusi sambil makan siang, seminar dalam kelompok, berbagai pertunujukan seni, aktivitas kebudayaan, peluncuran buku, hingga acara khusus untuk anak-anak dan orang muda.
Setelah mengunjungi Ubud Readers dan Writers Festival dijamin Anda akan menambanh wawasan mengenai karya sastra juga memperluas jaringan Anda. Don’t miss it!


















