Selayang Pandang Tampak Siring

Pura Tampak Siring adalah pura yang sangat terkenal di Bali. Selain menjadi tempat peribadatan masyarakat Bali, pura ini juga seringkali dijadikan situs kesejarahan karena menjadi saksi bisu adanya peradaban kerajaan di Bali terdahulu. Dari pura ini pun berbagai kepercayaan tersebar hingga saat Tampak Siring berikut ini:

Dibalik Nama Tampak Siring

tampak_siring_3_400

Pura Tampak Siring seringkali disebut juga Pura Tirta Empul. Tampak Siring berasal dari kata Tampak yang berarti telapak dan Siring yang berarti miring. Tampak yang berarti telapak tersebut dipercaya diambil dari kisah Raja Mayadenawa. Dan yang dimaksud telapak adalah telapak kaki raja tersebut yang dahulu berusaha menghilangkan jejak dari Dewa Indra dengan memiringkan telapak kakinya. Sedangkan kata Tirta Empul yang berarti air suci merupakan bagian dari cerita tersebut pula. Dahulu kala Tirta Empul dipercaya dibuat oleh Dewa Indra untuk menyembuhkan para bala prajurit yang meninggal atau terluka karena mengejar Raja Mayadenawa.

Istana Tampak Siring

Istana-Tampak-Siring

Selain menjadi tempat ibadah, di kawasan yang sama juga dijadikan sebagai istana kepresidenan. Istana Tampak Siring dibangun pertama kali oleh Presiden Sukarno. Dahulu istana tersebut hanya menjadi tempat peristirahatan presiden saja namun sekarang fungsinya berubah menjadi sarana konfrensi dan resepsi tamu negara yang datang ke Bali.

Kepercayaan yang Timbul pada Tirta Empul

Bermula dari kisah Raja Mayadenawa yang sudah diungkapkan sebelumnya akhirnya kolam Tirta Empul dipercaya memiliki keistimewaan tersendiri dilihat dari asal muasalnya. Hingga kini kolam tersebut dipercaya dapat memiliki air suci yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan bahkan dapat membuat seseorang awet muda dengan berendam atau mandi di sana.

Pura Tampak Siring Sebagai Tempat Ibadah

dscn0341

Saat ini masyarakat Bali mengenal Pura Tampak Siring sebagai tempat persembahan kepada Dewa Wisnu dan Siwa. Terdapat aturan untuk masyarakat yang ingin berdoa di sini. Mereka harus membawa persembahan lalu membersihkan diri di kolam utama baru kemudian dapat beribadah. Mereka juga biasanya membawa pulang air suci sebagai media pelindung dari penyakit.

Bagian-bagian Pura Tampak Siring dan Tirta Empul

Tampak-Siring2

Pura Tampak Siring terbagi atas 3 lahan yang dinamakan Jaba Pura, Jaba Tengah dan Jeroan. Jaba Pura memiliki kolam dengan 13 sumber mata air yang digunakan sebagai air suci untuk kremasi dan upacara kematian. Kolam dengan 8 sumber mata air yang biasanya digunakan sebagai air suci untuk menyembuhkan penyakit dan kolam dengan 5 sumber mata air untuk orang-orang di luar masyarakat Bali yang ingin beribadah. Sedangkan Jaba Tengah memiliki dua kolam dengan 30 pancuran dengan nama yang berbeda-beda seperti Pengelukatan, Pebersihan, Sudamala dan Pancuran Cetik. Di sisi lain bagian Jeroan yang juga bagian utama Pura adalah bagian di mana para pendoa melakukan kewajibannya.

Tentang 

Freelance translator, copy writer and blogger. Gusto fan.

  • skype
  • twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *