Sebagai salah satu tujuan wisata terbaik di dunia, Bali memang sudah tergolong menjadi tempat yang paling bertaraf internasional di Indonesia. Hal ini memberikan anggapan bahwa untuk berlibur ke Bali memerlukan biaya yang cukup mahal. Padahal, jika Anda pintar-pintar mendapatkan informasi mengenai biaya akomodasi dan biaya hiburan, Bali tidaklah akan menguras banyak kantong Anda.
Tiket Pesawat
Biaya tiket pesawat dapat dikatakan meruapakan biaya terbesar yang harus Anda persiapkan saat berlibur ke Bali. Saat Anda membeli tiket hanya dalam kurun waktu sebulan sebelum keberangkatan, harga tiket akan menjadi sangat mahal. Terutama ketika peak season tiba. Peak season biasanya terjadi pada bulan Juli hingga Agustus dan November hingga Januari. Selain di bulan-bulan tersebut, tiket pesawat masih dapat menjadi lebih murah. Selain itu, apabila memungkinkan pesanlah tiket paling tidak 2-3 bulan sebelum untuk mendapat harga terbaik. Jika Anda beruntung, Anda dapat memiliki tiket seharga kurang lebih Rp. 500.000 saja pulang pergi.
Penginapan
Biaya penginapan dapat disesuaikan dengan tempat yang ingin dijadikan “base camp” dan jumlah seluruh anggota yang ikut berlibur. Ketika Anda berlibur sendirian, lebih baik Anda mencari motel atau hotel ala backpacker. Hotel-hotel ini banyak terdapat di daerah Kuta. Berkisar dari harga Rp. 150.000 hingga Rp. 500.000. Tergantung tingkat bintang hotel tersebut. Namun jika Anda kurang suka dengan lokasi di daerah Kuta, hotel-hotel di Seminyak dapat menjadi pilihan. Namun, hotel-hotel tersebut lebih baik di pesan jauh hari sebelumnya untuk mendapat harga yang ekonomis.
Sebaliknya jika Anda berpergian dengan banyak orang, menyewa vila dapat menjadi pilihan baik karena Anda dapat membagi rata jumlah biaya dengan anggota kelompok Anda. Kebanyakan memang agak sedikit lebih mahal dari hotel biasa, namun fasilitas dan sarana yang ditawarkan sangat tepat untuk Anda berlibur bersama anggota kelompok. Harga vila pun lebih stabil dari hotel. Sehingga saat “musim’ pengunjung berubah, kenaikan harganya tidak terlalu signifikan.
Transportasi
Seperti halnya penginapan, biaya transportasi juga dapat dipertimbangkan dengan jumlah anggota yang ikut berlibur dengan Anda. Bali memang masih jarang transportasi umum seperti halnya di kota besar seperti Jakarta. Taksi menjadi satu-satunya transportasi yang paling dapat diandalkan di daerah-daerah wisata di Bali. Saat ini sudah ada bis yang dapat mengantar Anda ke berbagai lokasi namun kuotanya masih terhitung sedikit. Bis tersebut dinamakan Sarbagita, yaitu bisa yang memulai rute dari Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan. Di sejumlah titik tertentu, Anda juga dapat menemukan sejumlah angkutan umum namun masih sangat jarang.
Untuk itu, saat Anda berlibur dengan jumlah yang cukup banyak lebih baik menyewa mobil. Beberapa perusahaan sewa mobil sekaligus memberikan jasa supir, tetapi ada pula yang dapat dikendarai oleh tamu itu sendiri. Harga sewa mobil di Bali berkisar dari Rp. 200.000- Rp. 500.000/ hari. Lagi-lagi Anda harus melakukan observasi terlebih dahulu lewat internet misalnya. Di kala Anda hanya seorang diri, lebih baik Anda menyewa motor. Selain praktis, juga hemat. Untuk delapan jam penyewaan dihargai sekitar Rp. 50.000. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk bernegosiasi mendapat harga yang lebih murah, kok.
Alternatif lain adalah Anda merencanakan untuk beridam di satu daerah wisata saja sehingga Anda dapat mengunjungi satu dan lain tempat dengan berjalan kaki. Misalnya Anda hanya ingin berada di utara saja, pantai Lovina, Anda tidak perlu repot untuk menyewa kendaraan per hari karena wisata yang terdapat disana berjarak dekat. Anda cukup menyewa satu kendaraan untuk pergi dan pulang dari dan ke bandara.
Kuliner
Nah, bagian kuliner memang harus menyesuaikan dengan selera Anda. Namun tenang saja, Bali masih menyediakan berbagai restoran menarik yang sesuai dengan bujet Anda. Kuncinya hanyalah pintar-pintar memilih restoran. Warung-warung kaki lima dengan harga kurang dari Rp. 50.000 banyak tersebar di sana-sini. Contohnya saja nasi jenggo yang tidak lebih dari Rp. 10.000 saja. Begitu pula dengan nasi ayam betutu yang kurang dari Rp. 20.000.
Jika Anda ingin lebih berhemat, saat Anda memilih vila sebagai tempat menginap Anda dapat membeli bahan-bahan mentah dan memasaknya sendiri. Dengan anggota yang banyak pasti akan jauh lebih efisien dan ekonomis, bukan?
Hiburan
Oleh-oleh, tiket masuk tempat wisata, dan biaya jajan lainnya memang harus juga diperhitungkan. Mulai dari oleh-oleh. Orang Indonesia emang sangat identik dengan berbelanja oleh-oleh saat sedang berlibur. Untuk mendapat barang-barang yang murah, lebih baik memilih pasar-pasar tradisional untuk membeli buah tangan ketimbang toko pusat oleh-oleh di sejumlah daerah wisata, Memang agak sedikit lebih jauh, namun sambil menyelam minum air. Sambil Anda menuju ke tempat wisata, sambil Anda berbelanja. Karena pasar tradisional di Bali seperti pasar Sukowati atau pasar Ubud dekat dengan sejumlah tempat wisata menarik. Ditambah dengan harga yang dapat ditawar, pasar tradisional tentu sangat menjadi pertimbangan Anda nantinya.
Tiket masuk wisata orang lokal sangat berbeda dengan tiket turis asing. Tempat-tempat wisata tersebut tidak mematok harga tiket yang mahal. Jika Anda ingin lebih under budget lagi carilah tempat-tempat yang tidak memerlukan biaya masuk seperti pantai atau pura-pura bersejarah. Lakukan observasi terlebih dahulu mengenai tempat-tempat wisata tersebut.
Paling penting adalah bagaimana Anda dapat menyiasati liburan yang murah namun tetap menyenangkan. Tempat-tempat mewah belum tentu dapat menyenangkan. Poinnya adalah banyak observasi sebelum berlibur dan merencanakan perjalanan dengan baik.


















