{"id":892,"date":"2015-04-03T12:32:11","date_gmt":"2015-04-03T04:32:11","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.villa-bali.com\/id\/?p=892"},"modified":"2015-04-03T12:32:11","modified_gmt":"2015-04-03T04:32:11","slug":"mitos-dan-fakta-seputar-tanah-lot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.villa-bali.com\/guide\/id\/mitos-dan-fakta-seputar-tanah-lot","title":{"rendered":"Mitos dan Fakta Seputar Tanah Lot"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika Anda belum pernah mengunjungi Bali mungkin wisata Tanah Lot akan menjadi daftar perjalanan Anda bukan? Ya, memang sejarahnya yang begitu menarik untuk diketahui serta mitos yang berkembang menjadi incaran para turis untuk menelisik lebih jauh. Tetapi yang beredar di Tanah Lot tidak sekadar mitos saja. Banyak fakta-fakta yang juga harus diketahui tentang Tanah Lot.<\/span><\/p>\n<h1 style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Mitos<\/span><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Tanah Lot dibangun oleh seorang brahmana dari Jawa, Danghyang Nirartha, yang juga membawa ajaran Hindu ke Bali pada abad ke-16.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">2. Ular yang berada di Tanah Lot dipercaya adalah selendang yang diubahnya untuk dijadikan penjaga pura.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">3. Ular suci yang berada di Tanah Lot diyakini menjadi alat untuk menghindari masyarakat dari ancaman kejahatan dan kerusakan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">4. Ular tersebut juga dijadikan pertanda dan isyarat jika akan terjadi bencana alam, tanda yang akan terlihat adalah adanya ratu atau raja ular laut berwarna merah akan muncul.<\/span><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">5. Dipercaya pengunjung dapat meminta air awet muda di bagian barat Pura Tanah Lot.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">6. Tidak boleh membawa pasangan yang belum menikah karena akan segera berakhir.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">7. Pengunjung wanita yang sedang menstruasi dilarang masuk karena adanya ajaran Hindu yang memercayai bahwa darah kotor yang didapat wanita datang bulan dapat mengotori rumah ibadat\u00a0(pura) yang suci.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<h1 style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Fakta<\/span><\/h1>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Tanah Lot berasal dari kata Tanah yang berarti daratan atau pulau dan Lot yang berarti laut. Kalau digabungkan Tanah Lot berarti pulau kecil yang mengapung di tengah laut. <\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">2. Pura Tanah Lot sering terkena abrasi dan pengikisan karena ombak dan angin. Oleh karena itu dipasang <em>tetrapod<\/em> sebagai pemecah gelombang yang berupa karang buatan.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">3. Renovasi telah dilakukan sejak tahun 1987 hingga tahun 2003 dengan biaya kurang lebih sebesar 95 miliar rupiah yang dipinjam negara pada Jepang.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div><span style=\"color: #000000;\">4. Total pura di Tanah Lot ada 4; Pura Tanah Lot, Pura Batu Bolong, Pura Batumejan dan Pura Enjung Galuh.<\/span><\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">5. Waktu paling ramai pengunjung adalah sore hari menjelang matahari terbenam karena panorama indahnya yang diincar turis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">6. Pura Tanah Lot diperingati setiap 210 hari sekali biasanya dekat dengan Hari Raya Galungan atau Kuningan. Pada saat itu Tanah Lot akan dipenuhi masyarakat Bali.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Catatan:<\/strong> informasi diketahui dari berbagai sumber<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika Anda belum pernah mengunjungi Bali mungkin wisata Tanah Lot akan menjadi daftar perjalanan Anda bukan? Ya, memang sejarahnya yang begitu menarik untuk diketahui serta mitos yang berkembang menjadi incaran para turis untuk menelisik lebih jauh. Tetapi yang beredar di Tanah Lot tidak sekadar mitos saja. Banyak fakta-fakta yang juga harus diketahui tentang Tanah Lot. [&hellip;]<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":893,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[123,51,49,72],"tags":[5,401,125,399,400,43,75,398,36],"class_list":["post-892","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wacana","category-wisata-alam","category-wisata-budaya","category-wisata-sejarah","tag-bali","tag-fakta","tag-liburan","tag-lot","tag-mitos","tag-pura","tag-tabanan","tag-tanah","tag-wisata","post-thumb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.villa-bali.com\/guide\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.villa-bali.com\/guide\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.villa-bali.com\/guide\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.villa-bali.com\/guide\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.villa-bali.com\/guide\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=892"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.villa-bali.com\/guide\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/892\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":894,"href":"https:\/\/www.villa-bali.com\/guide\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/892\/revisions\/894"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.villa-bali.com\/guide\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.villa-bali.com\/guide\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.villa-bali.com\/guide\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.villa-bali.com\/guide\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}